
bbib.singosari@gmail.com / info@bbibsingosari.com
(0341) 458359, 458669, 454331
(0341) 458359
Latest News PENGUMUMAN PELELANGAN ULANGTraining Course of Artificial Insemination on Dairy Cattle for Developing CountriesPENGUMUMAN PELELANGAN ULANGPENGUMUMAN LELANGPENGUMUMAN PELELANGANPENGUMUMAN LELANG PENGADAAN BARANGPengumuman Lelang Nitrogen CairRetender Nitrogen CairPengumuman Lelang TraktorPengumuman Lelang Saluran IrigasiPengumuman Pemenang Pelelangan Ulang Pengadaaan Nitrogen CairLelang Konsentrat Sapi dan Nitrogen CairLelang Mini Straw dan Container TransportPengumuman Pemenang Lelang Nitrogen CairPengumuman Pemenang ContainerPengumuman Pemenang Mini StrawPengumuman Pemenang Lelang KonsentratTour to Bali Fantasi
Serba-Serbi Miscelenous
Partners
Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari merupakan Unit Pelaksana teknis (UPT) Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. Sesuai dengan Surat Keputusan menteri Pertanian No. 681/Kpts/OT.140/11/2004, tanggal 25 Nopember 2004, BBIB Singosari merupakan Unit Pelaksana Teknis eselon 2b yang bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Dengan pengalaman lebih dari dua puluh delapan tahun BBIB Singosari telah memproduksi semen beku dari sembilan bangsa sapi (Limousine, Simental, Aberdeen Angus, Brangus, Brahman, Ongole, Madura, Bali dan Friesien Holstein) dan dua bangsa kambing (Peranakan Ettawa dan Boer).
BBIB Singosari memiliki motto "Setetes Mani Sejuta Harapan" yang telah terregistrasi di Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia no IDM000138723. Dengan motto tersebut BBIB Singosari senantiasa memproduksi semen beku berkualitas sesuai dengan SNI 01-4869,1-2008, dengan menggunakan bahan pengencer yang berkualitas dan mesin – mesin modern. Sebagai jaminan terhadap kualitas semen beku produksi BBIB Singosari, Laboratorium Uji Mutu Semen BBIB Singosari telah terakreditasi yang ke dua kali pada tanggal 19 Pebruari 2010, menerapkan dan memelihara Sistem Mutu sesuai ISO/IEC 17025:2005.
BBIB Singosari memiliki komitmen yang kuat untuk memajukan dunia peternakan di Indonesia. Hal ini diwujudkan dalam bentuk Program Progeny Testing / Uji Zuriat yang telah dilaksanakan bekerjasama dengan pemerintah Jepang dalam proyek ATA – 233 (The Strengthening of Singosari AI Centre). Program ini telah menghasilkan FH Elite Indonesia yang memiliki mutu genetic yang tinggi dan mampu beradaptasi dengan baik terhadap iklim tropis.
INOVASI
Inovasi merupakan salah satu kunci keberhasilan yang menjadikan BBIB Singosari semakin maju dan memberikan kontribusi bagi perkembangan dunia peternakan di Indonesia.
Seiring dengan perkembangan jaman, tuntutan peternak semakin beragam. Peternak tidak sekedar menginginkan ternak bermutu tinggi tetapi juga kepastian terhadap jenis kelamin ternak yang akan dihasilkan. Untuk menjawab semua itu BBIB Singosari sejak tahun 2004 melakukan terobosan / inovasi teknologi di bidang inseminasi buatan melalui Produksi Semen Beku Sexing.
SUMBER DAYA MANUSIA
BBIB Singosari menyadari bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang berharga untuk mencapai keberhasilan visi yang dimiliki oleh BBIB Singosari
Untuk menunjang aktivitasnya BBIB Singosari didukung oleh pegawai yang senantiasa bekerja profesional dalam team work yang solid. Jumlah pegawai BBIB Singosari sebanyak 101 orang yang terdiri dari:

VISI dan MISI
Visi BBIB Singosari adalah:
KOMERSIALISASI POTENSI SINGOSARI MENUJU PASAR INTERNASIONAL
Guna mewujudkan visi yang ada
maka BBIB Singosari menetapkan misi sebagai berikut:
1. Meningkatkan produksi dan diversifikasi
semen beku serta produk layanan penunjang yang berkualitas.
2. Melaksanakan replacement pejantan dan
produksi bibit unggul secara berkesinambungan yang ditunjang oleh optimalisasi
pakan ternak dan biosecurity.
3. Meningkatkan profesionalisme SDM
melalui pendidikan dan pelatihan serta promosi dan penempatan berdasarkan
kompetensi guna tercapainya kesejahteraan.
4. Mengoptimalkan fasilitas serta
meningkatkan nilai tambah aset fisik dan intelektual dengan pengembangan
teknologi dan pendaftaran hak paten merek.
5. Meningkatkan kualitas pelayanan,
pemasaran dan penjualan produk, monitoring dan evaluasi.
6. Meningkatkan tertib administrasi dan
keuangan, efisiensi dan akuntabilitas, koordinasi dan komunikasi serta
pelayanan guna mewujudkan manajemen bisnis modern.
